Laman

Sabtu, 26 Februari 2011

Alga

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang
Dua pertiga luas wilayah Indonesia adalah lautan yang mempunyai potensi sumberdaya alam yang sangat penting bagi kehidupan bangsa. Potensi tersebut perlu dikelola secara tepat agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan lestari bagi kesejahteraan rakyat.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang membentang mulai dari 60LU sampai 100LS dan dari 950BT sampai 1420BT, mempunyai 17.508 buah pulau besar dan kecil dengan garis pantai sepanjang 80.791 km. Indonesia merupakan salah satu anggota Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai keanekaragaman hayati dan salah satu dari tujuh negara yang mempunyai ”Mega Biodiversitas” yang dikenal sebagai puisat konsentrasi keanekaragaman hayati dunia. Walaupun kepulauan Indonesia hanya mewakili 1,3 % dari luas daratan dunia, tetapi memiliki 25 % jenis ikan dunia, 17 % jenis burung, 16 % reptil dan amphibi, 12 % mamalia, 10 % tumbuhan dan sejumlah inverterbrata, fungia dan mikroorganisme.
Keragaman sumberdaya hayati laut sering kali dijadikan argumen untuk menggambarkan betapa besarnya kekayaan laut Indonesia. Kekayaan keragaman hayati laut ingin segera dimanfaatkan, sesuai peran laut sebagai salah satu sumber kehidupan masyarakat, bukan lagi tergantung pada daratan, dapat segera terwujud. Oleh karena itu dalam menyikapi hal ini perlu landasan pemahaman yang lebih jelas dimana letak keungulan keragaman hayati tersebut. Keragaman yang tinggi dari suatu sumberdaya tidak akan selamanya terkait dengan keunggulan baik kuantitatif maupun kualitatif. Di laut tropika pada umumnya dicirikan dengan keragaman yang tinggi dari segi jumlah jenis, namun masing-masing kelimpahannya kecil. Sebaliknya di negara beriklim sub tropis jumlah jenis relatif sedikit, namun masing-masing kelimpahannya besar. Lingkungan laut Indonesia dengan berbagai macam habitat yang ada di dalamnya tersebar luas di antara dua wilayah laut, wilayah paparan dan wilayah laut dalam. Terdapatnya dua paparan luas di bagian barat dan bagian timur Indonesia yang dipisahkan oleh laut yang dalam memberikan gambaran akan terdapatnya berbagai ragam jenis biota dan habitat
Di Indonesia alga tidak hanya berpotensi menghasilkan biodiesel. Komoditas ini bisa menjadi bahan pangan, pakan ternak, biomassa yang langsung bisa dibakar, untuk industri farmasi, plastik, methanol. Sayang, komoditas hebat ini suaranya "nyaris tak terdengar". Yang gencar dipublikasikan justru jarak, yang produktivitasnya rendah. Kelebihan algae dibanding bahan nabati lain adalah pengambilan minyaknya tanpa perlu penggilingan. Minyak algae (alga oil) bisa langsung diekstrak dengan bantuan zat pelarut, enzim, pengempaan (pemerasan), ekstraksi CO2, ekstraksi ultrasonik, dan osmotic shock. Panen algae bisa dilakukan dengan aneka cara, mulai dari penyaringan mikro, sentrifugal (pemutaran), dan flokulasi (flocculation). Flokulasi adalah pemisahan algae dari air dengan bantuan zat kimia.
Berdasarkan pemaparan diatas, hal ini yang menjadikan latar belakang kami untuk menulis makalah laporan dengan judul Alga dan Pemanfaatannya.

1.2. Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang kami bahas adalah sebagai berikut :
1.2.1 Apa pengertian alga?
1.2.2 Apa saja klasifikasi alga?
1.2.3 Bagaimana cara perkembangbiakan alga?
1.2.4 Bagaimana pemanfaatan alga?

1.3. Tujuan
Adapun rumusan masalah yang kami bahas adalah sebagai berikut :
1.3.1 Untuk mengetahui apa pengertian alga.
1.3.2 Untuk mengetahui klasifikasi alga.
1.3.3 Untuk mengetahui bagaimana cara perkembangbiakan alga.
1.3.4 Untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan alga.

1.4. Manfaat
Adapun manfaat laporan ini adalah :
1.5.1 Dapat mengetahui apa pengertian alga.
1.5.2 Dapat mengetahui klasifikasi alga.
1.5.3 Dapat mengetahui cara pengembangbiakannya.
1.3.5 Dapat mengetahui bagaimana pemanfaatan alga.







BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian
Alga (jamak Algae) adalah sekelompok organisme autotrof yang tidak memiliki organ dengan perbedaan fungsi yang nyata. Alga bahkan dapat dianggap tidak memiliki "organ" seperti yang dimiliki tumbuhan (akar, batang, daun, dan sebagainya). Karena itu, alga pernah digolongkan pula sebagai tumbuhan bertalus.
Istilah ganggang pernah dipakai bagi alga, namun sekarang tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kekacauan arti dengan sejumlah tumbuhan yang hidup di air lainnya, seperti Hydrilla.






Gambar 1. Alga merah Gambar 2. Alga hijau
Dalam taksonomi yang banyak didukung para pakar biologi, alga tidak lagi dimasukkan dalam satu kelompok divisi atau kelas tersendiri, namun dipisah-pisahkan sesuai dengan fakta-fakta yang bermunculan saat ini. Dengan demikian alga bukanlah satu kelompok takson tersendiri.
Alga merupakan kelompok organisme yang bervariasi baik bentuk, ukuran, maupun komposisi senyawa kimianya. Alga ini ada berbentuk uniseluler (contoh Chlorococcus sp), koloni (Volvox sp), benang (filamen) (contoh Spyrogyra sp) serta bercabang atau pipih (contoh Ulva sp, Sargasum sp dan Euchema sp).
Ciri-ciri lainnya pada alga adalah di dalam sel alga terdapat berbagai plastida yaitu organel sel yang mengandung zat warna (pigmen). Plastida yang terdapat pada alga terutama kloroplas mengandung pigmen klorofil yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Sehingga alga bersifat autrotof karena dapat menyusun sendiri makanannya berupa zat organik dan zat-zat anorganik. Hampir semua ganggang bersifat eukariotik
Dan ganggang ada yang bersel tunggal dan juga ada yang bersel banyak dengan bentuk Alga. Tubuh ganggang terdapat zat warna (pigmen), yaitu :
- fikosianin : warna biru
- klorofil : warna hijau
- fikosantin : warna perang/ cokelat
- fikoeritrin : warna merah
- karoten : warna keemasan
- xantofil : warna kuning
Ganggang dapat hidup di air tawar dan di air laut, tetapi ada pula yang hidup di tempat-tempat yang lembap, seperti dinding tembok kamar mandi, batu-batuan, atap rumah, atau kulit-kulit pohon.
Reproduksi ganggang dapat dilakukan secara seksual dan aseksual. Secara seksual dilakukan dengan cara isogami dan oogami. Isogami terjadi jika antara sel betina dan sel kelamin jantan mempunyai ukuran yang sama dan sulit dibedakan. Oogami terjadi jika antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda dan mudah dibedakan. Dari peleburan dua sel kelamin tersebut, akan terjadi pembuahan yang menghasilkan zigot. Zigot akan terus berkembang menjadi individu baru.



2.2. Klasifikasi
2.2.1 Berdasarkan habitat yang ditempatinya di perairan, dibedakan atas:
a. Ganggang Subbaerial yaitu ganggang yang hidup didaerah permukaan,
b. Ganggang Intertidal, yaitu ganggan secara periodic muncul kepermukaan karena naik turun air akibat pasang surut.
c. Ganggang Subritorsal, yaitu ganggang yang berada dibawah permukaan air,
d. Ganggang Edafik, yaitu ganggang yang hidup diddalam tanah pada dasar perairan
2.2.2 Berdasar pigmen yang dimiliki, alga digolongkan menjadi :
1. Alga Hijau (Chlorophyceae)
Mempunyai pigmen klorofil a, klorofil b, karoten dan xantofil. Ganggang ini juga dapat melakukan fotosintesis. 90% hidup di air tawar dan 10% hidup di laut. Yang hidup di air umumnya sebagai plankton atau bentos, juga menempel pada batu dan tanah. Ganggang hijau merupakan kelompok ganggang yang paling banyak jumlahnya diantara gangganga lain.

Gambar 3. Filamen alga hijau gambar 4. Alga hijau
 contoh :
- Chlorella - Euglena
- Ulva - Hydrodictyon
- Spiroggyra - Oedogonium
- Chlamidomonas - Chara

 Ciri-ciri:
- Reproduksi mempunyai stadia berbuluk cambuk, seksual dan aseksual.
- Mengandung khlorofil a dan b, beta, gamma karoten dan santhofil.
- Berwarna hijau
- Persediaan (cadangan) makanan berupa kanji dan lemak.
- Dalam dinding selnya terdapat selulosa, sylan dan mannan.
- Memiliki thilakoid
- Dalam plastida terdapat pirenoid sebagai tempat penyimpanan produk hasil sintesis.
- Thalli satu sel, berbentuk pita, berupa membaran, tubulat, dan kantong atau bentuk lain.
Ciri talus:
1. Ada yang bersatu dan bersel banyak (koloni )
2. Bentuk tubuh ada yang bulat, filament, lembaran, dan ada yang menyerupai tumbuahn tinggi, misalnya bryopsis,
3. Kloroplasnya beraneka bentuk dan ukurannya, ada yang seperti mangkok, seperti busa, seperti jala, dan seperti bintang,
4. Pada pirenoid yang terdapat pada kloroplas gangganh hiaju motil dan pada sel reproduktif yang bergerak terdapat stigma (bintik mata merah).
5. Pada sel yang dapat bergerak terdepat vakuola kontraktil didalam sitoplasmanya, vakuola ini berfungsi sebagai alat osmoregulasi.
6. Inti ganggang ini memiliki membrane, sehingga bentuknya tetap, disebut eukarion.
7. Pada ganggang hijau yang bergerak terdapat dua flagella yang sama panjang, macamnya adalah stikonematik, pantonematik, dan pantokronematik.
- Habitat
Habitat ganggang ini diair tawar, air laut, tanah – tanah yang basah, ada pula yang hidup di tempat – tempat kering.
- Cara hidup
Ganggang hiaju hidup secara autotrof. Namun ada pula yang bersimbiosis dengan organism lain, mislanya dengan jamur membentuk lumut kerak.
- Sel tumbuhan dipisahkan oleh dinding sel yang transparan.
- Sel Prokariotik & Eukariotik

2. Alga Cokelat (Phaeophyceae)
warna cokelat karena adanya pigmen fikosantin (cokelat), klorofil a, klorofil b dan xantofil. Tubuh berbentuk seperti benang atau lembaran yang dapat mencapai puluhan meter.


 Contoh :
- Laminaria
- Fucus
- Turbinaria
- Sargasum
 Ciri-ciri:
Adapun alga divisio ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Berwarna cokelat / pirang, sebagai hasil asimilasi dan sebagai zat makanan. Tidak ditemukan zat tepung,
- Saat reproduksi alga ini memiliki stadia gamet atau zoospora berbulu cambuk seksual dan aseksual.
- Mempunyai pigmen khlorofil a dan c, beta karoten, Violasantin dan Fukosantin.
- Persediaan makan (hasil fotosintesis) berupa laminaran (Beta, 1-3 ikatan glukan).
- Pada bagian dalam dinding selnya tedapat asam alginik dan alginat.
- Mengandung pirenoid dan tilakoid (lembaran fotosintesis).
- Umumnya tumbuh sebagai algae benthik.
Ganggang yang bersifat bentik (planktonik) digolongkan lagi menjadi;
a. Epilitik ( hidup diatas batu)
b. Epipalik (melekat pada lumpur atau pasir)
c. Epipitik ( melekat pada tanaman )
d. Epizoik ( melekat pada hewan).
- Dinding sel terdiri dari sellulosa dan asam alginik. Hasil makanan cadangan adalah karbohidrat.
- Jenis dari divisi ini umumnya makroskopis, filamen atau bentuk thallus
Ciri – ciri talus:
1. ukuran talus mulai dari mikroskopis sampai dengan maksoskopis, ada yang berbentuk tegak, bercabang, filament tidak bercabang, dan filament dasar.
2. Ganggang ini melalui kloroplas tunggal, ada beberapa yang berbentuk lempengan discoid (cakram) dan ada pula yang seperti benang.
3. Mempunyai pirenoid yang terdapat didalam kloroplas.
4. Bagian dalam dinding selnya tersusun dari lapisan selulosa sedangkan bagian luar tersusun dari gumi. Pada dinding sel dan ruang antar sel terdapat asam alginate atau algin.
5. Merupakan jaringan transportasi air dan zat makanan yang analog dengan jaringan tranzportasi pada tumbuhan darat.
- Habitat
Ganggang cokelat umumnya hidup di air laut, khusunya laut yang agak dingin dan sedang. hidup di air tawar, dilaut dan didaerah iklim sedang dan dingin, hidupnya melekat pada batu-batu, kayu dan ada yang hidup sebagai endofit.
- Cara hidup
Bersifat autotrof fotosintesis, terjadi dihelaian yang mempunyai daum. Gula yang dihasilkan ditransportasikan ketangkai yang menyerupai batang.

3. Alga Merah (Rhodophyceae)
Rhodophyta (algae merah) umumnya warna merah karena adanya protein fikobilin,terutama fikoeritrin, tetapi warnanya bervariasi mulai dari merah ke cokelat atau kadang-kadang hijau karena jumlahnya pada setiap pigmen. Mengandung pigmen kklorofi a, klorofil d, karoten, fikoeritrin, fikosianin.

Gambar 6. Alga Merah
 Contoh :
- Batrachospermum - Chondrus
- Gelidium - Porphyra
- Eucheuma - Polysiphonia
- Gracililaria - Nemalion
 Ciri-ciri:
- Dinding sel terdiri dari sellulosa dan gabungan pektik, seperti agar-agar, karaginan dan fursellarin.
- Hasil makanan cadangannya adalah karbohidrat yang kemerah-merahan.
- Ada perkapuran di beberapa tempat pada beberapa jenis.
- Jenis dari divisi ini umumnya makroskopis, filamen, sipon, atau bentuk thallus, beberapa dari mereka bentuknya seperti lumut.
Ciri talus:
1. Bentuknya berupa helaian atau berbentuk seperti pohon.
2. Tidak berflagella.
3. Selnya terdiri dari komponen yang berlapis – lapis.
4. Mempunyai pigmen fotosintetik fikobilin, memiliki pirenoid yang terletak didalam koroplas, pirenoid berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
- Tubuh bersel banyak menyerupai benang atau lembaran.
- Dalam reproduksinya tidak mempunyai stadia gamet berbulu cambuk
- Alat perekat (Holdfast) terdiri dari perakan sel tunggal atau sel banyak.
- Memiliki pigmen fikobilin yang terdiri dari fikoeritrin (berwarna merah) dan fikosianin (berwarna biru)
- Memilki persediaan makanan berupa kanji (Floridean starch).
- Cara hidup
Ganggang merah umumnya bersifat autotrof, ada juga yang heterotrof, yaitu yang tidak memiliki kromatofora dan biasanya parasit pada ganggang lain.
- Habitat
Umumnya hidup di laut yang dalam dari pada tempat hidup ganggang cokelat. Hidup diperairan tawar.


4. Alga keemasan (Chrysophyta)
Mempunyai pigmen klorofil a, klorofil c, karoten, xantofil dan fikosantin. Hidup di tempat yang basah, laut, air tawar, dan merupakan fitoplankton.

Gambar 7. Contoh spesies Alga keemasan
 Contoh :
- Vaucheria : hidup di air atau tempat yang basah, berbentuk benang sering bercabang.
- Ochromonas : sel berbentuk bola, berstigma, flagel dua sama panjang, kloroplas berupa lembaran melengkung warna kekuningan.
- Diatome (Navicula atau ganggang kersik): hidup di air tawar, laut sebagai epifit dan mayoritas sebagai plankton. Contoh yang terkenal dari Diatome adalah Pinnularia sp. Cangkok Diatome dibuat dari bahan gelas yaitu silica.
 Ciri-ciri:
- Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Tubuh ada yang bersel satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura.
- Bersel tunggal atau banyak,
Ciri talus:
1. Bentuk dapat berupa batang, telapak tangan , dan bentuk – bentuk campuran.
2. Pada ganggang keemasan yang bersel satu ada yang memiliki dua flagella jheterodinamik yaitu sebagai berikut:
a) Satu flagella memiliki tonjolan seperti rambut yang disebut mastigonema, flagella seperti ini disebut pleuronematik.
b) Satu flagella lagi tidak mempunyai tonjolan seperti rambut disebut akronematik, mengarah ke posterior.
3. Pada kloroplas pada ganggang jenis tertentu ditemukan pirenoid yang merupakan tempat persediaan makanan.
- Habitat
Habitatnya di air tawar atau air laut, tempat – tempat yang basah, dan merupakan anggota [enyusun plankton.
- Cara hidup
Ganggang keemasan hidup secara fotoautotrof, artinya dapat mensintesis makanan sendiri dengan memiliki klorofil untuk berfotosintesis.
5. Alga Api (Pyrrhopyta)
Alga yang termasuk alga api ini disebut Dino Flagellata, berklorofil dan mengandung pigmen kuning kecokelatan.

Gambar 8. Spesies peridinium Gambar 9. Alga Api
 Contoh :
- Peridiniumdan Ceratium
 Ciri ciri
- tubuh tersusun atas satu sel
- memiliki dinding sel lempengan selulosa yang rapat dan dapat bergerak aktif dengan menggunakan dua flagel
- ada organisme yang dinding selnya terdiri dari dua belahan, ada yang homogen dan kontinyu, ada juga yang dinding selnya terdiri atas keping-keping
- di sebelah luar terdapat celah dan alur, masing-masing mengandung satu flagel.
- Alga api yang hidup di laut memiliki sifat fosforesensi yaitu memiliki fosfor yang memancarkan cahaya.
- Habitat
kebanyakan hidup di laut dan sebagian kecil hidup di air tawar.

6. Alga Biru (Cyanophyta)
Memiliki klorofil, karotenoid serta pigmen fikobilin yang terdiri dari fikosianin dan fikoeritrin.

Gambar 10. Alga Biru
 Contoh :
- Chroococcales
- Chamaesiphonales
- Hormogonales.
 Ciri –ciri :
- Bersel tunggal ( Uniseluler ), ada pula yang berkoloni.
- Dinding sel mengandung peptida, hemiselulosa dan selulose,kadang – kadang berlendir.
- Dinding sel terletak diantara plasmalema dan selubung lender.
- Beberapa ganggang hijau biru yang berkoloni dengan bentuk filamen memiliki heterotista dan spora istirahat.
- Bentuk organisme ini bisa uniseluler (chroocococcus , Anacystis); koloni (Merismopedia, Nostoc, Microcystis) , atau filament (Oscillatoria, Microcoleus, Abaena). Sel yang membentuk koloni adalah serupa sedangkan bentuk filament tersusun dari sekumpulan sel yang membentuk rantai trikoma (seperti tabung), dan selubung .
- Inti sel tidak memiliki membran ( prokariotik)
- Perintis bagi mahluk hidup lain
- Memiliki klorofil, sehingga dapat berfotosintesis
- Berbentuk mikroskopis

2.3 Cara Perkembangbiakan (Reproduksi)
1. Alga hijau
 Vegetatif (aseksual), yaitu:
o pembelahan sel
o fragmentasi
o pemisahan koloni
o pembentukan spora
 Generatif (seksual), yaitu:
o Isogami yaitu peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama.
o Anisogami yaitu peleburan dua gamet yang ukurannya tidak sama.
o Oogami yaitu peleburan dua gamet yang satu kecil dan bergerak (sebagai sperma) yang lain besar tidak bergerak (sebagai sel telur)
2. Alga Cokelat
 Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, pembentukan zoospore berflagella dan fragmentasi
 sedangkan generatif dengan isogami dan oogami.


3. Alga Merah
 Bereproduksi secara seksual dengan pembentukan dua ateridium pada ujung – ujung cabang talus. Arteridium menghasilakn gamet jantang yang berupa spermatium dan betinanya karpogamium terdapat pada ujung cabang lainnya.
 Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan tetraspora kemudian menjadi gametania jantan dan gametania betina, akan membentuk satu karkospofrafit. Karkosporafit akan menghasil tentranspora.
4. Alga Keemasan
 Reproduksi aseksual dengan membentuk auksospora dan pembelahan diri,
 sedangkan reproduksi seksual dengan oogami.
5. Alga Api
Alga api berkembangbiak dengan membelah diri dapat juga membentuk zoospora dan aplanospora.
6. Alga Biru
a. Pembelahan sel
Sel membelah menjadi 2 yang saling terpisah sehingga membentuk sel – sel tunggal, pada beberapa generasi sel – sel membelah searah dan tidak saling terpisah sehingga membentuk filamen yang terdiri atas deretan mata rantai sel yang disebut trikom. Tempat – tempat tertentu dari filamen baru setelah mengalami dormansi ( istirahat yang panjang ). Heterokist dapat mengikat nitrogen bebas di udara contoh pada Gleocapsa. Heterokist adalah sel yang pucat, kandungan selnya terlihat homogen (terlihat dengan mikroskop cahaya) dan memiliki dinding yang transparan. Heterokist terbentuk oleh penebalan dinding sel vegetatif. Sedangkan akinet terbentuk dari penebalan sel vegetatif sehingga menjadi besar dan penuh dengan cadangan makanan (granula cyanophycin) dan penebalan-penabalan eksternal oleh tambahan zat yang kompleks.
b. Fragmentasi
Fragmentasi adalah cara memutuskan bagian tubuh tumbuhan yang kemudian membentuk individu baru. Fragmentasi terutama terjadi pada Oscillatoria. Pada filamen yang panjang bila salah satu selnya mati maka sel mati itu membagi filamen
menjadi 2 bagian atau lebih. Masing – masing bagian disebut hormogonium. Fragmentasi juga dapat terjadi dari pemisahan dinding yang berdekatan pada trikom atau karena sel yang mati yang mngkin menjadi potongan bikonkaf yang terpisah atau necridia. Susunan hormogonium mungkin meliputi kerusakan transeluler.
c. Spora
Pada keadaan yang kurang menguntungkan Cyanobacteria akan membentuk spora yang merupakan sel vegetatif. Spora membesar dan tebal karena penimbunan zat makanan.

2.4 Pemanfaatan
1. Alga Hijau
- Menghasilkan O2 (oksigen) dan hasil fotositensis yang diperlukan oleh hewan lain untuk bernafas
- Ganggang hijau merupakan sumber fitoplanton yang digunakan sebagai pakan ikan dan hewan air lainnya. Dapat dikatakan bahwa pada ekosistem perairan, ganggang hijaulah yang merupakan produsen bagi hewan-hewan air lainnya.
- Sebagai sumber protein sel tunggal contoh chlorella
- Produsen dari ekosistem air
- Sebagai alternatif bahan pangan bagi astronot, terutama spesies chlorela (karena kandungan chlorelinnya banyak mengandung vitamin E)
- Sebagai bahan makan contoh volvox sebagai sayuran
- dimanfaatkan sebagai sumber makanan alternatif, misalnya Spirulina sp.
- Beberapa spesies ganggang hijau – biru yang bersimbiosis dapat menambat (fiksasi) nitrogen bebas, sehingga enambah kesuburan tanah, misalnya : Anabaena azollae.
2. Alga Cokelat
- Ganggang cokelat (Macrocrytis pyrifera) mengandung yodium yang mengandung Na, P, N, dan Ca yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen untuk hewan ternak
- ganggang cokelat yang mengandung asam alginat dapat dimanfaatkan sebagai pengental
- produk makanan
- industri
- Dimanfaatkan sebagai industri farmasi
- algin atau asam alginate dari ganggang cokelat digunakan dalam pembentukan eskrim, pembentukan pil, salep, pembersih gigi, lotion dan krim
- alat-alat kecantikan (Laminaria,Macrocystis, Ascophylum, dan Fucus).
3. Alga Api
- Ganggang merah dapat dimanfaatkan untuk makanan suplemen kesehatan (Porphyra)
- sumber makanan (Rhodymenia palmata)
- pembuatan agar (Gellidium), dan
- penghasil karagenan (pengental es krim).
- Bidang perikanan (sebagai makanan ikan yaitu fitoplankton dan zooplankton)
- Bidang pertanian (Rumput laut untuk pupuk dipesisir)
- Ekosistem perairan (sebagai produsen primer)
- Bidang industri (tanah diatom untuk amplas, isolasi, bahan dasar kaca)
- Bahan dasar makanan: Gelidium (agar-agar), Chondrus (minuman cokelat), alginat (bahan campuran es krim), Porphyra (makanan)
- Bahan obat-obatan suplemen (Chlorella)

4. Alga Keemasan
Dinding sel diatom mengandung zat kersik sehingga ganggang keemasan sering disebut juga ganggang kersik. Zat kersik ini sangat berguna bagi industri, seperti
- bahan penggosok,
- bahan penyaring,
- penyekat dinamit
- bahan pembuat cat, pernis, dan piringan hitam.
- bahan alat penyadap suara
- industri kaca, dan
- bahan isolasi.
5. Alga Merah
- sebagai bahan makanan dan kosmetik.misalnya eucheuma spinosum
- sebagai alternatif bahan baku pembuatan kertas (Ptilophora sp).
- Jenis ini juga menjadi bahan makanan bagi manusia misalnya Chondrus crispus (lumut Irlandia) dan beberapa genus Porphyra
- Alga merah lain seperti Gracilaria lichenoides, Euchema spinosum, Gelidium dan Agardhiella dibudidayakan karena menghasilkan Gel yang digunakan oleh para peneliti sebagai medium biakan bakteri dan fase padat pada elektroforesis gel, untuk pengental dalam banyak makanan, perekat tekstil, sebagai obat pencahar (laksatif), atau sebagai makanan penutup.
- Chondrus crispus dan Gigortina mamilosa menghasilkan karagen yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat krem, dan obat pencuci rambut.
- Alga merah dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewan lain yang hidup di laut
- mempunyai kemampuan menangkal radikal bebas secara alami, alga merah juga berfungsi sebagai anti aging atau mencegah penuaan.
- Eucheuma spinosum, Gracilaris, Gelidium merupakan penghasil agar-agar.
- Alga merah juga bisa digunakan untuk memperlancar sirkulasi darah, memperbaiki sel-sel yang rusak, dan memproduksi insulin dalam darah
- dipakai untuk mengeraskan atau memadatkan media pertumbuhan bakteri.
6. Alga Biru
- Menyeimbangkan pH tubuh
- Mengandung Besi yang menyembuhkan Anemia
- Mencegah infeksi bakteri dan menyembuhkan luka
- Menurunkan tingkat Kolesterol
- Mencegah penyebaran kanker
- Spirulina dapat diolah menjadi makanan kesehatan (food suplement)
- anabaena azollae dan anabaena cycadae bersimbiosis dengan Azolla pinnata dan Cycas rumphii. Simbiosis Anabaena azollae dnegan Azolla pinnata sebagai alternatif pupuk Urea, karena simbiosis ini dapat meningkatkan kadar Nitrogen di lahan
7. Manfaat lain
- Zooplankton di ekosistem perairan sebagian besar adalah protista berklorofil yang berguna sebagai makanan ikan dan arthropoda air.
- Entamoeba coli di dalam usus besar mamalia ikut berperan dalam proses pembusukan sisa makanan.
- Foraminifera mempunyai kerangka luar dari zat kapur dan fosilnya dalam jumlah tertentu dapat membentuk endapan tanah globigerina yang dapat digunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi.
- Radiolaria mempunyai kerangka dari zat kersik. Radiolaria yang mati akan meninggalkan cangkangnya dan membentuk tanah radiolaria yang dapat digunakan sebagai bahan penggosok.
- Paramaecium dapat juga digunakan sebagai organisme indikator terjadinya pencemaran air oleh zat organik.
- Chlorella selain berperan sebagai produsen di ekosistem perairan, juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan protein sel tunggal (PST).
- Bidang industri
o Asam alginat yang dihasilkan ganggang perang berperan untuk pembuatan plastik, kosmetik dan tekstil.
o Navicula sp, yang mati membentuk tanah diatome dipakai sebagai bahan penyekat dinamit, penggosok dan saringan.
o Chlorella merupakan sumber karbohidrat dan protein.
o Fukus dan Laminaria, abunya menghasilkan yodium.
- Bidang perikanan
Ganggang yang berupa fitoplankton merupakan makanan ikan di laut.
- Dalam ekosistem
Pada ekosistem air ganggang berfungsi sebagai komponen produsen yang paling utama.
- alga berpotensi menghasilkan biodiesel, menjadi bahan pangan, pakan ternak, biomassa yang langsung bisa dibakar, untuk industri farmasi, plastik, methanol.




BAB III
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa:
 Alga (jamak Algae) adalah sekelompok organisme autotrof yang tidak memiliki organ dengan perbedaan fungsi yang nyata. Alga bahkan dapat dianggap tidak memiliki "organ" seperti yang dimiliki tumbuhan (akar, batang, daun, dan sebagainya). Karena itu, alga pernah digolongkan pula sebagai tumbuhan bertalus.
 Klasifikasi alga dilihat dari pigmen yang dimilikinya dapat dibagi menjadi : Alga hijau, cokelat, merah, api, keemasan dan biru.
 Perkembangbiakan alga secara vegetatif melalui : Pembelahan sel, Fragmentasi dan pembentukan spora. Sedangkan secara generative melalui : isogami, anisogami dan oogami.
 Alga mempunyai peranan yang banyak dalam kehidupan sehari-hari, seperti : Bahan agar-agar, alat penggosok dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar